Langsung ke konten utama

Generasi Biru antara tarian, animasi dan dokumenter

Enggak kebayang, kan, Slank main film musikal. Tapi film musikal yang satu ini ada plus-plusnya. Plus film dokumenternya, plus musiknya, plus tariannya, dan plus animasinya.

Begitu banyak penghargaan yang didapat Slank pada tahun 2008 ini. Salah satunya ulang tahun perak yang berhasil dirayakan Slank di Surabaya merupakan salah satu buktinya. Perayaan 25 tahun merupakan perjalanan panjang yang enggak lain juga didukung oleh slankers di Indonesia.Di ulangtahun Slank yang ke-25 ini, Garin Nugroho sebagai sutradara hebat di Indonesia memberikan kado yang luar biasa. Karena menurut beliau Slank adalah band yang selama 25 tahun ini telah berhasil membius banyak penggemarnya. Jadi sebagai hadiah ulang tahun buat Slank dan Slankers, here they are, Generasi Biru The Movie.

Film musikal Generasi Biru yang diperankan oleh anggota Slank sendiri, yaitu Kaka, Bimbim, Abdee, Ridho, Ivan dan Nadine Candrawinata sebagai bintang tamu ini seru banget. Film dibagi menjadi 4 babak yang masing-masing babaknya memiliki perbedaan makna. Ada bagian dimana Bim-bim berhasil menghilangkan trauma seorang bocah lelaki sehingga dia bisa dan mau bermain kembali dengan teman sebayanya. Di bagian ini kita bisa menikmati film-film dokumenter yang memperlihatkan kondisi kesehatan anak-anak Indonesia yang cukup memprihatinkan.Di bagian lain ada Kaka yang berperan sebagai kekasih Nadine dan akhirnya bisa membantu Nadine untuk keluar dari dunia narkoba. Babak lainnya yang masih bertemakan sosial pastinya nge-Slank banget, dong. Slank yang peduli dengan keadaan Indonesia dan mau bergerak demi perubahan yang lebih baik. Yap, Lo Harus Grak! Oh ada satu bagian yang bakal bikin kita ketawa ngakak, yaitu saat Slank menari tanpa menggunakan baju. Semua berpakaian ala Kaka alias telanjang dada. Ha ha ha. Jadi kita bisa lihat mulai dari perut Kaka yang six pack sampai perut Ridho yang paling buncit.

Yang lebih seru dan berbeda dari film-film lain, kita bisa menikmati animasi-animasi yang menggambarkan setiap babaknya. Animasi ini juga enggak lain terinspirasi dari lagu-lagu Slank. Ada sekitar 15 lagu Slank yang bisa kita dengarkan di film ini, diantaranya Ku Tak Bisa, Indonesiakan Una, Virus, Koepoe Liarkoe, Terbunuh Sepi dan lainnya. Eits tahu enggak, sih, di film ini kita juga bisa ngintip graffiti-graffiti slankers di seluruh Indonesia. Dan graffiti itu murniii hasil coretan slankers-slankers. Keren, kan? Nah, yang bikin tambah keren, ada juga testi dari para slankers yang terinspirasi karena lagu-lagu Slank, nih. Misal, slankers asal Jogja yang buta dan sumbing membayangkan seperti apa dunia dan Indonesia dari lirik lagu-lagu Slank. Film Generasi Biru yang lolos pada sebuah festival film di Jerman ini juga menampilkan film-film dokumenter saat Slank manggung di beberapa daerah. Bahkan ada slankers yang nangis tersedu-sedu saat Kaka menyanyikan lagu Ku Tak Bisa. Hi hi hi, habis diputusin pacarnya kali, ya.

Pokoknya isu sosial yang dibawa sama Slank dalam film ini adalah impian mereka untuk mengajak kita sebagai anak muda menjadi Generasi Biru. Yaitu generasi yang peduli sesama, generasi yang berani ngomong dan generasi yang cinta damai. Just watch and u’ll enjoy the movie. Piss yo!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jerry ( Preman Urban )

Temanku s'orang pengembara Yg datang dari Timur negri ini Coba mengadu nasib di Jakarta Kar'na desa kelahirannya susah mengejar mimpi! A Ternyata Jakarta kota yang penuh srigala!! E Jakarta juga banyak ular2 A Ternyata Jakarta kota yg penuh curiga! E Jakarta juga bukan..., kota yg ramah       B Sehari bertahan... seminggu bertahan... sebulan bertahan...                           A setahun benak mulai menghitam!!!... E                        A Dia terpaksa turun ke jalan... E                     A dia jalani dunia hitam E                          A kar'na Jakarta penuh curiga... E                             A Kar'na Jakarta bukan kota yg r...

Logo Slank

ngeSlank Rame Rame Di Gebyar Musik Bela Negara

Minggu pagi, usai perform di Jogja Slank langsung berangkat menuju Manado guna tampil menghibur dalam Gebyar Musik Bela Negara yang digelar di Stadion Maesa – Tondano, Minahasa, Sulawesi Utara. Slank yang mendarat di Manado sekitar pukul 4 sore, langsung bergerak menuju Stadion Maesa tanpa sempat beristirahat atau mandi seperti biasa, karena Slank dijadwalkan untuk tampil pukul 5 sore. Dibantu pengawalan polantas, rombongan Slank akhirnya bisa tiba di venue tepat waktu. Setelah berganti pakaian, Slank langsung naik ke atas panggung untuk menghibur Slankers Minahasa dan para peserta Bela Negara yang telah memadati Stadion Maesa. Lagu pertama yang Slank mainkan adalah Mars Slankers dan Garuda Pancasila. Kedua lagu ini sengaja dipilih guna menyemangati semua yang hadir demi bela negara. Slank juga mengajak semua yang datang untuk bersama-sama menyebarkan virus perdamaian ke seluruh dunia. Beragam pesan posifit dari anti korupsi, anti narkoba dan semangat menjaga kelestarian alam jug...